Inilah Beberapa Kendala Dari Bisnis Grosir Sembako Yang Wajib Untuk Diketahui

Usaha sembako memang tidak akan pernah sepi pembeli meski tren dunia usaha lain terus berkembang dan berubah. Hal ini terjadi karena sembako merupakan produk bahan pokok kebutuhan hidup masyarakat luas.

Sembako sendiri terdiri dari beras, gula, telur, minyak, tepung, dan lainnya. Semua produk tersebut terus dibutuhkan dan digunakan meski harga produk naik sekalipun. Hal inilah yang memunculkan banyak usaha distributor atau grosir sembako yang semakin berkembang.

Walaupun demikian, bukan berarti peluang usaha jualan sembako ini tidak memiliki kendala. Pasalnya, jika kurang teliti usaha jenis ini juga bisa mengalami kegagalan seperti bisnis lainnya.

Lalu, apa yang menyebabkan adanya kendala hingga kegagalan dalam usaha jual beli sembako ini? Ternyata ada beberapa langkah yang kurang tepat dalam dunia bisnis yang bisa menjadi penyebab kegagalan dalam mengembangkan usaha grosir sembako.

  • Harga sembako yang dijual terlalu murah

Terkadang demi bisa menjaring pembeli lebih banyak, pengusaha grosir sembako rela membanting harga produk sangat rendah. Hal ini membuat pendapatan bersih pengusaha grosir sembako berkurang. Apalagi, bila pengusaha grosir sembako tersebut mengambil produk sembako dari pusat dengan harga yang sudah cukup mahal.

Hal ini tentu akan mempengaruhi kebutuhan untuk modal kerja sehingga memperlambat roda usaha. Pendapatan yang minim membuat pengusaha grosir sembako tidak bisa membeli produk lagi dengan lebih maksimal. Untuk itulah jual produk dengan harga umum atau setidaknya harga dikurangi dengan sewajarnya saja namun berikan pelanggan pelayanan terbaik.

Jual sembako dalam kuantitas yang besar namun tetap rasional. Karena banyak bisnis kuliner yang membutuhkan produk-produk sembako secara rutin dan melakukan pembelian dalam jumlah yang cukup besar.

  • Sembako yang kadaluarsa

Kendala menjadi grosir sembako berikutnya ialah barang kadaluarsa. Terkadang pengusaha grosir sembako mengambil produk dalam jumlah banyak namun sayangnya terlalu lama menumpuk di gudang dikarena tidak laku. Faktor penyimpanan yang tidak baik, terkdang juga menjadi faktor yang menyebabkan penurunan kualitas produk tersebut walaupun masa kadaluarsa produk tersebut masih lama.

Hal semacam itu bukan tidak mungkin membuat konsumen akan berpikir dua kali kala hendak membeli produk di tempat usaha sembako yang dijalankan. Untuk itulah, selalu cek tanggal kadaluarsa produk yang dibeli. Belilah produk pada perusahaan yang terpercaya dan menyetok barang dengan sewajarnya untuk jenis barang yang jarang laku atau barang yang penjualannya tidak terlalu cepat.

  • Sembako yang rusak atau kualitasnya tidak bagus lagi

Pengusaha grosir sembako juga harus bisa mengantisipasi dan berjaga-jaga untuk produk yang mudah rusak. Hal yang bisa dilakukan yaitu dengan cara memprioritaskan penjualan terhadap produk-produk tersebut. Barang yang mudah rusak kemungkinan besar juga membutuhkan cara menyimpan yang lebih hati-hati.

Jika barang memiliki beberapa kerusakan yang masih layak untuk dikonsumsi, pengusaha grosir sembako bisa menjual produk dengan harga modal atau setengah harga saja. Hal ini akan memperkecil kerugian pengusaha grosir sembako bila produk tidak laku terjual. Namun jangan sampai menjual barang yang benar-benar tidak layak konsumsi. Hal tersebut akan mempengaruhi reputasi di mata pelanggan terhadap usaha toko sembako yang dijalankan.

  • Persediaan sembako yang berlebihan dan menumpuk

Banyak usaha distributor sembako gulung tikar karena tidak ahli dalam menyediakan stok produknya. Ingat terlalu banyak menyetok produk sembako bisa membuat modal pengusaha grosir sembako tertahan lebih lama bila penjualan tidak berjalan lancar. Untuk itu, pengusaha grosir sembako harus bisa membaca situasi pasar dalam menyetok produk.

Setelah mengetahui beberapa kendala yang mungkin terjadi pada usaha grosir sembako dan untuk mengatasi beberapa kendala tersebut, ada baiknya pengusaha grosir sembako memilih partner yang dapat dipercaya, selain itu perlunya strategi yang tepat juga penting dikarenakan bisnis ini tidak akan berkembang jika hanya mengandalkan harga yang murah.

sumber: sinergy world

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *