Peluang dan Resiko Bisnis Budidaya Udang Vaname

Usaha atau bisnis budidaya udang vaname sangat menggiurkan dan akhir-akhir ini menjadi salah satu komoditi yang menjanjikan. Namun perlu diketahui bahwa menjalankan budidaya udang putih ini juga mengharuskan pengetahuan dan pemahaman yang baik. Hal ini karena usaha ini menyimpan risiko yang cukup besar dibalik prospeknya yang menjanjikan yang berbeda dibandingkan budidaya ikan air tawar.

Kelemahan utama budidaya udang vaname adalah kelemahan atau rentannya komoditas ini terhadap kematian. Jika ada salah satu udang yang mati, maka harus cepat diatasi. Sebab, jika tidak kematian seekor udang akan cepat menjalar dan menyebabkan semua udang akan mengalami kematian secara serentak dalam tempo yang sangat cepat.

Kelemahan ini mengharuskan budidaya udang ini dilakukan dengan cermat, penuh perhatian, serta membutuhkan pemeliharaan yang ketat dan disiplin. Pemeliaharaan dan penanganan terhadap setiap masalah membutuhkan pengetahuan dan keahlian yang tidak mudah. Karena itulah sebelum memulai menjalankan usaha budidaya ini anda sebaiknya memperdalam pengetahuan dan mencari pengalaman dari pengusaha yang telah berhasil.

Berikut ini tahapan dasar dalam menjalankan usaha budidaya udang vaname.

Kolam pembesaran – Luas kolam yang mesti disiapkan setidaknya ukuran 4.000 meter persegi. Di kolam ini anda bisa menggunakan media tanah, semen, ataupun terpal sesuai dengan kebutuhan anda. Begitu juga untuk pola budidayanya anda bisa menerapkan teknik tradisional, intensif, ataupun semi intensif.

Dengan kolam ukuran itu anda dapat mengisi dengan sekitar 80 ribu benur vaname dan bisa juga jual benur udang vaname. Ini untuk teknik tradisional. Sedangkan untuk pola semi intensif dapat diisi bibit sebanyak 250 ribu benih.

Untuk modal usaha, mungkin anda bisa menyediakan sekitar Rp 5 juta untuk investasi cara tradisional. Namun jika anda melakukannya semi intensif setidanya dibutuhkan modal tak kurang dari Rp 70 juta, itu saja tidak termasuk perlatan ataupun lahan yang juga tidak kecil nilainya.

Meskipun modal yang dibutuhkan relatif besar namun hasil yang akan diperoleh juga sepadan. Untuk teknik semi permanen setidaknya anda bisa memperoleh keuntungan hingga Rp 120 juta per panen. Jika waktu panen adalah 50 hingga 60 bulan, maka anda bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi dalam waktu setahun. Apalagi jika luas kolam lebih besar atau jumlah kolamnya lebih banyak. Itulah peluang dan resiko bisnis budidaya udang vaname yang semoga berguna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *