Perencanaan Pendidikan Anak, Jangan Dianggap Remeh!

Pendidikan adalah hal penting dalam kehidupan. Pengetahuan dan kemampuan yang didapat selama menempuh pendidikan merupakan modal yang harus kita miliki untuk bertahan hidup. Bertahan hidup yang dimaksud adalah untuk tetap berproses di masa yang katanya serba sulit ini, seperti melamar pekerjaan atau membangun suatu usaha. Karena untuk melakukan semua hal itu, ada cara tersendiri dan tidak bisa sembarangan.

Mengutip dari perkataan Daoed Joesoef, pendidikan merupakan segala bidang penghidupan dalam memilih dan membina hidup yang baik, yang sesuai dengan martabat manusia. Dari sini sudah terlihat betapa pentingnya pendidikan bagi masyarakat.

Pendidikan untuk anak dapat dimulai sejak dini. Dimulai dari orang tua (informal), lingkungan (non-formal) dan berlanjut di sekolah (formal). Proses informal dimulai sejak lahir sampai orang tersebut meninggal. Dalam hal ini, orang tua akan mendidik anaknya dengan kasih sayang mengenai nilai dan sikap yang ada di masyarakat. Bagaimana sang anak harus bersikap sopan santun dan menghormati sesamanya.

Wawasan dan pengetahuan yang didapat dari pendidikan informal itu nantinya dapat diaplikasikan dalam lingkungan, untuk kemudian dikembangkan kembali di sekolah. Pendidikan di sekolah biasanya akan mengajarkan segala sesuatu yang tidak dijelaskan orang tua di rumah. Mulai dari mengajarkan ilmu pengetahuan seperti IPA dan matematika, nilai nasionalisme, hingga membangun karakter, semuanya bisa didapat di sekolah.

Karena itu, tak heran kalau banyak orang tua yang rela menghambur-hamburkan uangnya agar sang anak bisa mendapat pendidikan terbaik. Bahkan ada yang sampai menyekolahkan anaknya ke luar negeri. Seperti kata pepatah, tuntutlah ilmu sampai negeri China.

Tidak ada yang salah dengan orang tua yang mengeluarkan uang banyak untuk pendidikan anaknya. Karena sebuah kesuksesan pastinya membutuhkan pengorbanan. Namun, tetap saja untuk menyekolahkan anak hingga jenjang tertinggi butuh perencanaan matang terkait biaya. Apalagi saat ini biaya pendidikan terus naik. Lalu bagaimana cara membuat rencana pendidikan yang baik dan matang? Yuk simak!

1. Siapkan tabungan pendidikan

Rekening untuk tabungan pendidikan biasanya jadi turunan dari rekening di akun bank pribadi kita. Dengan sistem auto-debet, kita tinggal mencari bank yang memiliki fasilitas tersebut dan membuka tabungan pendidikan di sana. Biasanya kita akan diminta membawa KTP, buku tabungan, dan akte kelahiran anak.

2. Buat asuransi pendidikan

Meski terkesan sama, namun sebenarnya tabungan dan asuransi pendidikan punya perbedaan yang signifikan. Asuransi pendidikan biasanya dibayarkan oleh perusahaan asuransi, sementara tabungan pendidikan dibayar melalui dana pribadi. Selain itu, jumlah uang yang didapat pemilik polis bisa saja lebih besar dibanding yang menggunakan tabungan biasa.

Biasanya akan dilakukan perbandingan antara penyedia jasa asuransi dan jenis asuransi pendidikan sebelum mengambil polis asuransi. Premi tersebut haruslah dibayar tepat waktu agar kebutuhan pendidikan dapat tertutupi sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya.

3.Investasi

Emas merupakan salah satu jenis investasi paling populer di Indonesia. Hal ini terlihat dari banyaknya orang tua yang menjual emas menjelang tahun ajaran baru dimulai. Karena emas punya harga yang relatif stabil dan mudah dijual.

Membuat perencanaan keuangan untuk pendidikan tidaklah bisa sembarangan karena kesalahan dalam perencanaan bisa berakibat fatal pada proses belajar si anak nanti. Apalagi kalau tidak membuat perencanaan. Kesalahan yang paling sering terjadi dalam perencanaan adalah menunda. Biasanya orang tua masih kurang menyadari pentingnya menyiapkan dana pendidikan sejak dini. Mereka seringkali berprinsip besok-besok. Dana yang seharusnya digunakan untuk simpanan pendidikan cenderung akan digunakan untuk membeli keperluan lain dahulu.

Oleh sebab itu, jangan pernah sekalipun berkompromi dalam hal pendidikan anak. Penundaan-penundaan seperti yang disebutkan tadi, seringkali berujung kegagalan. Alhasil, pendidikan anaklah yang menjadi korban.

Manusia memang tidak bisa terlepas dari kesalahan. Terlebih perencanaan-perencanaan tersebut sebenarnya hanyalah sekadar asumsi-asumsi. Sedikit kesalahan perhitungan masih punya kemungkinan untuk diperbaiki. Sementara kesalahan yang fatal tentu akan sulit diperbaiki.

Seandainya Anda mengalami kesalahan dalam merencanakan pendidikan anak, baiknya dijadikan pelajaran agar tidak jatuh di lubang yang sama. Jangan lupa lakukan perbaikan agar si kecil bisa segera mendapat pendidikan yang terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *