Tag Archives: bisnis baru

Pergerakan Nilai Tukar Rupiah

Nilai tukar suatu mata uang memang terus bergerak. Hal tersebut dikarenakan berbagai factor di dalam perekonomian negara yang bersangkutan. Seperti halnya dengan rupiah yang memang mengalami pergerakan, yaitu pada tanggal 3 Oktober 2016: Rp 12.998 per US, tanggal 4 Oktober 2016: Rp 13.010 per USD, tanggal 5 Oktober 2016: Rp 12.995 per USD, danĀ  tanggal 6 Oktober 2016: Rp 12.992 per USD. Analisa pergerakan harian kurs Dollar AS terhadap Rupiah di Langit-FX.

Apakah pemilu AS berpengaruh terhadap Rupiah

Seperti yang kita ketahui bahwa Pemilu AS akan dilaksanakan sebentar lagi. Pemilu AS yang merupakan bagian dari pergerakkan politik di AS dipercaya memiliki peranan besar pada perekonomian global, tak terkecuali Indonesia. Amerika Serikat sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia memang memiliki pengaruh terhadap perekonomian di Indonesia, salah satunya investor dan kurs mata uang. Menurut Bank Indonesia, pemilu Amerika Serikat yang akan dilaksanakan pada buln November nanti tidak akan memiliki dampak terhadap pergerakan nilai tukar rupiah. Namun sebagai bank sentral, Bank Indonesia tetap memonitor kondisi yang terkait dengan pemilah presiden di negara adidaya tersebut. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara menambahkan bahwa hal yang terpenting adalah kestabilan dari nilai rupiah itu sendiri. Dengan kurs rupiah yang stabil maka importer dan eksportir akan lebih yakin dalam menjual valasnya. Namun jika kurs bergejolak, baik melemah maupun menguat terlalu cepat, maka kondisi tersebut tidak akan baik untuk transaksi ekspor dan impor. Jadi secara garis besar pesta demokrasi di negeri Paman Sam tersebut tidak akan berpengaruh terhadap nilai rupiah, kecuali memang gejolak politik akan mempengaruhi investor Amerika Serikat di Indonesia.

Nilai tukar Rupiah yang menguat tidak baik?

Akhir-akhir ini memang santer diberitakan bahwa nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS kian menguat. Meskipun demikian ternyata penguatan tersebut tidak selamanya akan memberikan dampak positif. Menurut Bank Indonesia kurs rupiah yang terus menguat bukanlah hal yang baik. Penguatan nilai tukar rupiah yang terlampau tajam ternyata memiliki resiko terhadap neraca ekspor dan impor. Menurut Bank Indonesia sendiri neraca ekspor impor Indonesia masih mengalami defisit. Hal tersebut tentu berbeda dengan kondisi neraca ekspor impor negara tetangga seperti Filipina, Thailand, Singapura, dan Malaysia yang mana neraca ekspor impornya sudah surplus. Dikatakan bahwa apabila nilai tukar rupiah terus menerus menguat maka akan berpotensi meningkatkan impor barang dan jasa Indonesia. Nilai tukar rupiah tersebut haruslah menggambarkan fundamental ekonomi Indonesia. Suatu negara yang masih memiliki defisit harus bisa mengendalikan impor dan meningkatkan ekspornya. Oleh sebab itu nilai tukar rupiah harus bisa menjadi alat pengontrol ekspor dan impor. Jadi dengan kata lain jika Indonesia masih dalam keadaan defisit, Indonesia harus terlebih dahulu meningkatkan ekspornya dan berusaha mengendalikan impornya. Sehingga kurs itu adalah salah satu alat instrumen yang dapat dipakai untuk mengendalikan defisit yang tidak terlalu besar.